Menurut para peserta aksi, keberlanjutan MBG sangat penting karena telah menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mereka khawatir penghentian program tanpa adanya kepastian kebijakan pengganti akan berdampak pada banyak pihak yang selama ini menggantungkan penghasilannya dari aktivitas ekonomi yang terbentuk melalui program tersebut.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, DPRD Kabupaten Karawang bergerak cepat dengan menggelar audiensi bersama sekitar 20 perwakilan peserta aksi. Pertemuan berlangsung secara terbuka di Ruang Rapat I Gedung DPRD Karawang, Rabu (24/6/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Saepudin Juhri, serta Ketua Satgas MBG Karawang, Ridwan Salam. Dalam pertemuan itu, para perwakilan peserta aksi menyampaikan berbagai masukan dan harapan terkait keberlangsungan program MBG di Kabupaten Karawang.
DPRD Karawang menyatakan akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan dan berupaya mengomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan program yang dinilai memiliki manfaat luas bagi masyarakat.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, yang hadir langsung dalam RDP tersebut mengungkapkan bahwa gelombang dukungan masyarakat ini muncul karena dampak positif program yang sudah sangat nyata dirasakan oleh roda ekonomi terbawah.
“Aspek yang disampaikan masyarakat salah satunya mengenai manfaat MBG yang sangat terasa. UMKM merasa sirkulasi perdagangan komoditi yang mereka jual omsetnya naik selama menjadi pemasok program ini,” ujar Ridwan Salam.
Ridwan menambahkan, selain para pedagang dan pelaku UMKM, nasib ratusan tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidup di SPPG dapur pemenuhan gizi kini berada di ujung tanduk, ijurnya pada media. (Re'd)

