Kota Bekasi l linkbisnis.co.id - Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui penataan lingkungan, pembangunan fasilitas publik, serta pelatihan pertanian perkotaan (urban farming). Dua kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menjadi gambaran kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi dalam mendorong pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Dua agenda tersebut meliputi peresmian Taman Rinjani di Kompleks Perumahan Setia Bina Sarana (SBS), Jalan Gunung Kerinci III, RT 002/RW 007, oleh Wali Kota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, S.E., M.M., serta pembukaan Pelatihan Urban Farming dan Pengenalan Biopori di Kompleks Masjid Al-Ikhlas, Jalan Segarawana III, RT 006/RW 025, oleh Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. H. Sardi Effendi, S.Pd., M.M.
Kedua kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan peningkatan pengetahuan warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran rukun warga (RW) dalam mengelola potensi lingkungan dan mengembangkan kemandirian masyarakat.
Taman Rinjani, Investasi Lingkungan dan Kesejahteraan Warga
Peresmian Taman Rinjani Erwe Tujuh ditandai dengan pemotongan pita, pelepasan balon bersama anak-anak, penandatanganan prasasti, serta peninjauan fasilitas taman oleh Wali Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menjelaskan bahwa pembangunan taman bermain anak di Kota Bekasi dilakukan dengan memperhatikan keberadaan 56 kelurahan. Ia menyebut pembangunan taman bermain sebagai salah satu upaya menyediakan ruang publik yang bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat.
“Taman yang sudah dibangun di RW 7 ini, mohon dirawat baik-baik ya,” pesan Tri kepada warga.
Menurutnya, taman bermain tidak hanya menjadi fasilitas rekreasi anak, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung pembinaan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan ruang interaksi sosial yang sehat dan nyaman.
Ketua RW 007 Harapan Jaya, H. Guntur Miseno, menyatakan kesiapan warga untuk merawat dan menjaga keberlanjutan taman yang dibangun oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Harapan Jaya tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan pendanaan pembangunan fasilitas lingkungan itu.
Kehadiran taman tersebut menunjukkan bahwa pembangunan berbasis lingkungan memerlukan dua hal yang saling melengkapi, yakni dukungan anggaran dan komitmen warga dalam pemeliharaan aset bersama.
Kegiatan peresmian turut dihadiri Camat Bekasi Utara Ikhwanudin Rahmat, A.MTr.D., Lurah Harapan Jaya Heru Prasetyo, S.T., M.M., serta perwakilan dan pengurus FBKM tingkat kecamatan dan kota, FKRW, LPM, BKM, dan sejumlah pengurus RW.
Urban Farming dan Biopori, Mendorong Kampung Produktif
Sementara itu, di RW 025, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi membuka Pelatihan Urban Farming dan Pengenalan Biopori bertema Integrated Eco Village. Kegiatan tersebut melibatkan Institut STIAMI, PT Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant, Pegadaian Cabang Galaxy Kota Bekasi, serta peserta yang merupakan perwakilan RT di lingkungan setempat.
Sardi menilai pelatihan tersebut relevan dengan upaya mendukung Program Lingkungan Rukun Warga Bekasi Keren atau Program LingkaR Beken yang dijalankan Pemerintah Kota Bekasi, sekaligus Program Kampung Iklim (ProKlim) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup.
Dari sisi pemberdayaan ekonomi, pelatihan pertanian perkotaan berpotensi meningkatkan kemampuan warga memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan produktif. Sementara itu, pengenalan biopori dapat memperkuat pengelolaan air dan lingkungan permukiman.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan perusahaan swasta juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, pendampingan, serta dukungan yang dapat memperkuat pelaksanaan program lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan anggaran lingkungan dari pemerintah kota, keterlibatan sektor swasta, dan pendampingan akademisi, RW 025 menargetkan peningkatan kapasitas masyarakat menuju predikat ProKlim Lestari.
Namun, pencapaian tersebut tetap membutuhkan pelaksanaan program yang konsisten, partisipasi aktif warga, serta hasil nyata yang dapat diukur dari pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan kegiatan masyarakat.
Anggaran RW Diarahkan untuk Kemandirian Masyarakat
Ketua RW 025 Harapan Jaya, Bambang Imam Santoso, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama setahun terakhir diarahkan untuk mendukung target ProKlim Lestari.
Kegiatan tersebut mencakup pelatihan, studi banding, kerja bakti, pemanfaatan bantuan barang, serta penggunaan dana Program LingkaR Beken tahun 2025 dan 2026.
Dalam konteks pembangunan berbasis masyarakat, dukungan anggaran hingga Rp100 juta per RW per tahun sebagaimana disebutkan dalam program tersebut menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas warga. Penggunaan dana itu perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat.
Bambang menegaskan bahwa orientasi pembangunan di wilayahnya tidak boleh berhenti pada penerimaan bantuan atau kegiatan seremonial.
“Ayo jadikan RW kita ini dari semula sebagai kampung yang mengandalkan bantuan, ke depannya berubah menjadi kampung yang menghasilkan solusi,” ujar Bambang.
Ia mengajak masyarakat membangun visi dan aksi jangka panjang, sehingga berbagai kegiatan lingkungan tidak sekadar menjadi agenda sesaat atau simbol kebersamaan, melainkan berkembang menjadi gerakan kolektif yang memberikan dampak nyata.
Semangat tersebut menempatkan warga bukan hanya sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai pelaku utama yang menentukan keberhasilan pembangunan di lingkungannya.
Pelatihan Disertai Literasi Keuangan dan Akses Kebutuhan Pokok
Pelatihan Urban Farming dan Pengenalan Biopori menghadirkan Dosen Pertanian Institut STIAMI, Totok Priyono, M.Sc., M.M., S.P., sebagai narasumber.
Selain materi pertanian perkotaan dan pengelolaan lingkungan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan program tebus murah minyak goreng serta penguatan literasi keuangan yang diprakarsai Pegadaian Cabang Galaxy Kota Bekasi.
Kehadiran kegiatan pendamping tersebut memperluas manfaat acara bagi warga. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan, masyarakat juga mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok melalui program tebus murah dan edukasi keuangan.
Kedua agenda di RW 007 dan RW 025 itu masing-masing dihadiri sekitar 100 orang. Meski berlangsung di lokasi berbeda dan melibatkan unsur masyarakat yang beragam, keduanya memiliki tujuan yang saling berkaitan, yakni menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus memperkuat kapasitas warga.
Ustaz Rifa’i, warga Kavling Bulak Sentul, menyambut positif kegiatan tersebut dan memaknainya sebagai bentuk fastabiqul khairat, atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Sementara itu, Drs. Norman Bastian, Ketua RT 008/RW 025, melihat kedua agenda tersebut sebagai gambaran keterlibatan berbagai unsur dalam pembangunan lingkungan, baik melalui dukungan pemerintah maupun gerakan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan Program LingkaR Beken dan ProKlim tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, jumlah kegiatan, atau kehadiran pejabat. Ukuran pentingnya adalah sejauh mana program mampu mendorong partisipasi warga, membangun kemandirian, menjaga fasilitas publik, serta menghasilkan perubahan lingkungan yang berkelanjutan.
Bagi Harapan Jaya, tantangan berikutnya adalah memastikan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama menuju kampung yang tertata, produktif, dan mampu menghasilkan solusi bagi kebutuhan warganya.
(sba.)

